Filed under: Uncategorized
Pernah ga punya pikiran tentang cinta yang membahagiakan? ato sebaliknya cinta yang bikin nangis aka menyedihkan? pernah baca di satu literatur bahwa cinta yang baik itu cinta yang bisa bikin kita bahagia, biar kata ada tangis, karena ga ada yang sempurna tapi pada akhirnya yang ada adalah bahagia, ketika kita mencintai kekurangannya, ketika kita slalu memberi maaf untuk setiap kesalahannya, ketika kekurangannya menjadi pelengkap hidup kita dimana kadang ada rasa kehilangan ketika itu ga ada, contohnya….pasangan kita punya kebiasaan nyimpen tisu kotor disembarang tempat, hal ini selalu bikin kita sewot dan terganggu selain karena jorok, kan kumannya nyebar kemana2, tapi ketika suatu waktu pasangan kita pergi apakah temporary ato permanent kita kangen saat2 dimana kita ngomel2 karena tisu kotor dimana2…ajaib banget ya….mungkin klise untuk sebagian bahkan untuk kebanyakan orang, tapi memang yang bisa bkn suatu komitmen, satu pasangan bertahan adalah toleransi, sejauh apa kita mampu bertahan dari semua kondisi yang ada terutama kondisi yang berasal dari kedua belah pihak..jadi inget satu film judulnya sebatas aku mampu…ga usah diceritain disini, soalnya udah rada lupa juga, tapi intinya tentang batas kemampuan kita bertahan dan menerima pasangan kita apa adanya, disaat kita sebel dan juga mencintai kekurangannya disaat yang sama karena kelebihan dan kekurangan seseorang adalah sesuatu yang membuat dia menjadi utuh..termasuk masa lalu, masa lalu adalah bagian dari sejarah seseorang yang membentuk seseorang menjadi seperti apa adanya dia saat ini, dan saat ini menjadi pembentuk bahkan langkah awal dari masa depan..kembali ke cinta yang membahagiakan dan menyedihkan..intinya suatu komitmen dapat dikatakan sebagai komitmen yang baik dan cinta yang membahagiakan ketika kita masih bisa tertawa di dalam komitmen kita, masih bisa senyum ditengah smua yang ada, dan yang pasti bisa nerima kekurangan pasangan, bersyukur dengan apa yang kita miliki…intinya adalah berdamai dengan dunia dan berdamai dengan diri sendiri dan satu lagi menyadari bahwa manusia ga ada yang sempurna…termasuk diri kita sendiri….jadi kalo pasangan kita bisa nerima kita apa adanya, kenapa kita tidak?..seperti kata billy joel..just the way you are…
No Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>