Filed under: Uncategorized
baru baca e-mail dr kang hardi di milis outsiders tgl 19 november 2008…jadi pengen posting disini… kang hardi tia izin posting disini ya….nuhun..
“Suatu hari di akhir tahun 1999, saya memutuskan akan berhenti dari pekerjaan sebagai pimpinan perusahaan. Sebelum memutuskan berhenti, ada konflik dalam batin saya: apakah saya berhenti dari perusahaan atau mengikut apa yang dikatakan pemegang saham (supaya tetap punya pekerjaan) walaupun bertentangan dengan filosofi hidup saya. Sesudah saya putuskan, di hadapan saya hanya ada kenyataan: perubahan dari posisi direktur menjadi “jobless”… [?]
Untuk “menerawang” apa yang akan saya lakukan kemudian hari, saya pergi ke Bandung untuk merenung. Tadinya mau ke Bali tapi takut gak pulang… Saya pilih tempat nginap yang sangat sederhana, harganya semalam cuma Rp. 10000 dan gak kasih tahu siapapun ke mana saya pergi (iya… sepuluh ribu bukan seratus ribu atau sejuta, di tahun 1999 ada tempat di Bandung yang tarifnya segitu). Cuma, karena masih belum resmi berhenti dari jabatan direktur, HP tetap aktif untuk jaga-jaga siapa tahu ada masalah di kantor.
Hari pertama saya berencana melewatkannya dengan berkeliling Bandung untuk melihat-lihat arsitektur kota. Kehidupan Bandung tahun 1999 sudah jauh berbeda dibandingkan waktu saya yang chyulun datang ke ITB yang megah di tahun 1983. Wece-wece Priangan sudah makin keren, makin berseliweran, dan makin berani tatap muka (latihan wawancara kali ye…). Akhirnya, sekitar jam 2 siang, saat lapar pun tiba. Yang langsung teringat waktu itu adalah Lapo Siagian dekat kantor Telkom. Nostalgia pun terkembang di benak sehingga rasa khawatir sejenak hilang.
Tanpa banyak pikir, langsung pesan panggang, sang-sang, sup, bir (nasi cuma 1 porsi). Zap..zup.. selesailah benda-benda padat dan cair masuk ke pencernaan. Namanya Lapo Siagian di waktu siang, pasti banyak mahasiswa yang hadir lah… Sewaktu menikmati bir (gak jadi tuak), saya mengamati beberapa mahasiswa yang makan sambil ketawa-ketiwi. Tak ada tanda-tanda khawatir di wajah mereka. Dan, semuanya mereka punya kesamaan: makan satu porsi panggang tapi dua porsi nasi yang diberi kuah sup (tanpa daging). Sesaat kemudian, seperti disambar petir di siang bolong, Sang Pencipta “menyentil” jiwa saya.
Kira-kira dialog singkat saya waktu itu dengan DIA begini:
“Wah Boss, mereka beruntung ya *belum tahu* kesulitan hidup. Bisa ketawa-ketiwi walaupun duit pas-pasan”, kata saya.
“Tuh lihat, yang ada di mejamu… Laukmu ada 3 jenis untuk sepiring nasi ditambah bir. Kamu khawatir tentang hidup. Bandingkan dengan mereka, mereka makan dengan satu porsi lauk untuk dua piring nasi. Hidup kalian sama-sama saya perhatikan, tapi kamu khawatir sementara mereka tidak khawatir. Padahal, pemberian SAYA kepada kamu lebih banyak dari yang mereka dapat. Apa yang terjadi pada kamu?”
“Yah… beginilah, saya gak ngerti kenapa ketika mempertahankan filosofi yang KAMU ajarkan saya jadi masuk dalam persoalan seperti ini? Memang tidak selalu hidup itu berbanding lurus antara perbuatan yang baik dan hidup yang tenang. Tapi, masa saya yang jadi ‘korban”?
“Begini, dulu sewaktu kamu akan lulus dari ITB, kamu duduk-duduk di Pasar Simpang makan nasi goreng, kan… Waktu itu, semangatmu menyala-nyala dan tidak ada takutmu sama sekali. Semua yang akan datang kamu anggap akan lebih baik dari yang ada. Kenapa kamu tidak bisa mempertahankan semangat itu setelah saya beri begitu banyak pengalaman? Bahkan kamu sudah SAYA bawa ke tempat-tempat yang tidak banyak dilalui orang lain. Apa yang membuat kamu khawatir padahal SAYA selalu baik kepada kamuuu…?”
“Wah… Boss, saya benar-benar minta maaf karena tidak percaya. Terima kasih sudah diingatkan, Boss memang sangat baik.”
Segera wajah dan jiwa saya menjadi segar. Dan saya waktu itu berjanji kepada diri sendiri untuk selalu optimis dan positif ketika melihat dan menjalani hidup. Hidup di dunia memang tidak akan pernah sempurna. Tapi yang ada pada diri ini, seperti apa atau seberapa pun itu, kalau dilihat dari perspektif positif akan melepaskan diri dari rasa khawatir. Misal: dengan teman-teman yang merasa belum mapan, jangan khawatir, datang aja ke Reuni kita… Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi, tapi kita tahu apa yang terbaik yang bisa kita lakukan saat ini.
Tanpa hitung berapa kelebihan dari bon, saya taruh saja uang di meja dan bilang sama yang jaga: “mauliate da… (makasih ye…)” Karena gak bisa bersiul, saya buka kaca mobil kiri-kanan dan matikan AC terus putar musik agak keras. Tapi, gak terlalu keras juga, karena nanti dibilang norak…
Saya putuskan untuk napak tilas melewati tempat-tempat di mana kejadian-kejadian penting di Bandung melintasi hidup saya. Ada lapangan Gazibu di mana saya latihan lari keliling lintasan dan loncat kodok
naik-turun tempat duduk stadion untuk persiapan kejuaraan silat. Ada Jl. Manteron, Stasiun Kebun Kelapa, Toko Buku Scientific dan Jl. Braga-nya, Tempat photo copy Widji (tempat jilid Tugas Akhir), tentu Jl. Ganesha dan Taman Sarinya juga, Pasar Simpang, Stasiun Ledeng, dll. Pulang dari Ledeng saya lewatkan ke Hegar Manah tempat saya menyendiri untuk menyelesaikan Tugas Akhir dan Kawah Candra Di Muka latihan fisik persiapan mengikuti Kejuaraan Nasional Merpati Putih tahun 1988. Suasana sudah agak gelap dan sejuk. Mobil saya parkir dan keluar dari mobil ke atas aspal, kemudian
mengamati kontur jalan yang cukup nanjak. Saya menggumam: “Hehehe… memang gua dulu rada-rada gila kali ye. Jalan kayak gini gua pake lari-lari naik-turun dengan beban di kaki, tangan, pinggang… Kurang kerjaan, sudah mau lulus malah nyiksa diri.”
Meluncur dari Hegar Manah lewat Cihampelas, tiba-tiba HP berdering. Heeh…pacar telpon.
“Kamu di mana?”
“Di Bandung”
“Ngapain?”
“Nerawang masa depan. Gua mau berhenti kerja dari tempat yang sekarang…” (PeDe aja terus terang, sekalian ngetes…)
“Lho, koq gak ngajak-ngajak sih…?” (Wah… tuing-tuing nih)
“Gak apa-apa cuma mau menyendiri aja dulu. Lagi ada masalah pribadi nih. Kapan-kapan kita bisa jalan kan?” (gak nyambung…)
“Kamu ingat gak kamu janji apa?” (Weleh… ape lagi… lagi nerawang malah dikasih teka-teki… , tenang… gak usah emosi)
“Sorry, gak ingat… Apa ya? Ntar kalau sudah ingat aku telp kamu, ok?” (Sip… biar cepat aja dah, lagi malas berdebat)
“Ya deh…” (Lho… koq suaranya agak sedih? Klik, tuuut….)
Malam itu saya makan nasi goreng lagi dan sate ayam di Pasar Simpang. Rasanya beda, luar biasa…
Habis makan, satu ronde lagi turun lewat Jl. Dago ke Gelael. Mutar di Bundaran depan Aquarius dan naik menuju penginapan sambil kepala menoleh ke kiri mulai dari SMAK Dago sampe Ganesha dan tempat yoghurt. Wuih… puas, udah ketemu jawaban yang dicari. Besok pulang saja. Malam itu saya tidur tanpa selimut dan semua lampu mati. Cuma terdengar suara jangkrik dan air menetes di bak kamar mandi.
Pulang dari Bandung langsung ke rumah pacar, kebetulan Malem Minggu… Mau tanya janji yang kelupaan dan ngajak jalan-jalan. Sebelum jalan dari Bandung sudah telp dulu. Begitu ketemu:
“Say, sorry… tetap gak ingat. Janji apa sih?” (PeDe bener…bagaimana ntar aje)
“Kamu janji kalau gua ulang tahun ngajak jalan-jalan kan? Kemarin itu ulang tahun gue…! (Busyet dahh… lupa bener gua ‘ya. Duileh… pantesan semalam nadanya sedih. Goblok…goblok. ..)
“Waduh… maaf ya, say… Benar-benar gak ingat karena pikiran sedang kacau.” (Shut up, you foolish mouth…)
Moral of the story: “Don’t feel so worried about what we have or what happen to us. By so doing, we lose many other good things in life or make things feel worse than they actually are”.
Singkat cerita, walaupun dia cewek Indo yang cakep… pacar itu putus…Tetapi, sekarang dia menjadi mantan pacar yang kalau ketemu tetap bisa ketawa-ketiwi. Apalagi kalau cerita tentang kejadian akhir tahun 1999 itu…Shhhttt. .. jangan bilang-bilang ya kalau ketemu istri saya (hahaha).
Teman-teman, Don’t worry be happy… By worrying and not coming to our Silver Reunion, we likely lose many good things… Sharing can be in anything. For me, money or making use of our Reunion for future business should be at the bottom of our list for sharing.
See you all and good luck in your lively ventures.
Salam,
Artissa Panjaitan.”
pengalaman diatas bikin kita sedikit banyak merenung…sebenernya apa sih yang kita cari? tujuan kita apa? dan yang pasti satu hal yang diperoleh..kita ga perlu khawatir dengan hidup kita..semua udah ada yang ngatur ko..yang penting kita berusaha yang terbaik yang bs kita lakukan hari ini…tampak sangat ideal..tapi memang bener, kl kita ga mikir gt kita akan selalu dipenuhi dengan kekhawatiran2 yang sangat duniawi, yang manusiawi tapi bikin kita jadi melewatkan hal2 yang sebenernya penting. kapan sih kita bersyukur masih dikasih kemampuan untuk bernafas tanpa alat bantu? kapan kita bersyukur masih bisa makan, masih bisa ketawa, masih bisa berkedip, dan masih bisa melihat? daripada sibuk mengkhawatirkan banyak hal, nikmati aja..dan berusaha..bahagialah…semoga hati kita selalu dipenuhi kebahagiaan dan hal2 positif dalam hidup yang bikin kita jadi makhluk paling beruntung di dunia.. bener kata quincy jones, don’t worry be happy..btw bener kan yg nyanyi quincy jones? bisi salah..hehe…kl salah maap…
special bwat kang hardi, makasih ya dah posting itu ke milis…very inspiring, terutama didalam2 kondisi2 yang penuh kekhawatiran, hehe….satu lagi, kl ternyata kita dalam kondisi khawatir ttg apapun, tenang aja..itu manusiawi ko…satu pembenaran yang ampuh adalah we’re just human being…tapi manusia dikasih kemampuan untuk belajar bukan? *jangan dijawab bukan ya.., hehe*
dah ah….mau melanjutkan perjalanan dulu…semoga bisa jadi bagian dr makhluk yang bersyukur dan menikmati hidup…amin
- seperti biasa dr ruang L.1.11 di jam makan siang di tengah cuaca yang byar pet ujannya kaya ingus, kl boleh sedikit berdo’a..ya Allah, jangan ujan gede ya ksian yang banjir trs kl ujan gede nanti ga bisa pulang udah gt kl ujan gede ada temen kantor yang rumahnya kena banjir jadi beliau harus pulang dan saya yang harus ganti beliau untuk rapat..jadi jangan banjir ya..hehehe..amin..-
6 Comments so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
IjcaBL Thanks for good post
johnny 12.29.08 @ 2:55 pmLh4Xrm ypebnjrziakh, [url=http://fbzshydktluf.com/]fbzshydktluf[/url], [link=http://qhlnmxnazmox.com/]qhlnmxnazmox[/link], http://pcbltmzzpxam.com/
ziwlaupurij 01.03.09 @ 12:53 pmGreat information on your blog!
ipresc1036 01.03.09 @ 5:49 pmKeep on blogging!
muhsinackers1182 01.04.09 @ 5:12 amHi! A Great Post. I was just playing with blogs. i was really excited.
laneyalfred2811 01.04.09 @ 5:26 amHi! A Great Post. I was just playing with blogs. i was really excited.
fabriciobakerch19 01.04.09 @ 5:39 am